DESKRIPSI TKDA  di PLTI

 

Tes Kemampuan Dasar Akademik yang selanjutnya disebut tes TKDA merupakan tes yang dilakukan secara online untuk mengukur potensi akademik peserta tes untuk berbagai keperluan di Indonesia. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan TKDA, para peserta wajib memahami dan menjalankan prosedur operasi standar (POS).

 

PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS) BAGI PESERTA TKDA

 

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tes TKDA, para peserta wajib memahami dan menjalankan prosedur operasi standar yang diuraikan di bawah.

 

A. Persyaratan Calon Peserta tes TKDA

  1. Calon peserta sanggup mematuhi tata tertib yang berlaku pada pelaksanaan tes TKDA

 

B. Pendaftaran dan Pengesahan Calon Peserta Ujian

Prosedur pendaftaran online

 -- menyusul --

 

C. Butir-butir Isi Borang

  1. NIDN (misalnya nomor induk kepegawaian atau yang setara)
  2. Nama Lengkap Calon Peserta (beserta gelarnya)
  3. Pilihan Tempat Tes (Pusat Layanan Tes)
  4. Pas Foto resmi berwarna sesuai ketentuan
  5. Perguruan Tinggi Asal
  6. Alamat e-mail dan No. telepon rumah dan no. HP (handphone)
  7. No. KTP yang masih berlaku
  8. Tes potensi akademik dan skornya (jika pernah mengikuti):

 

D. Bahan tes TKDA

Jumlah Butir Soal dan Alokasi Waktu tes TKDA

Tes TKDA terdiri atas 130 butir soal dengan alokasi waktu 90 menit.

Distribusi waktu sebagai berikut:

Tes Kemampuan Dasar Akademik 

Nomor

Kategori

Kelompok Soal

Jumlah Soal

Waktu

1

Verbal

Analogy

20

8

2

Logical Reasoning

20

13

3

Analytical Reasoning

15

16

4

Numerical

Aritmethic

15

13

5

Number Series

15

9

6

Word Problem

15

14

7

Figural

Figure Analysis dan Sinthesis

15

8

8

Spatial Reasoning

15

9

Total

130

30

 

E. Pelaksanaan tes TKDA

  1. Jadwal Pelaksanaan tes TKDA

Jadwal pelaksanaan tes TKDA ditentukan oleh Pusat Layanan Tes Indonesia (PLTI) melalui koordinasi dengan HIMPSI.

  1. Ruang tes TKDA

Pusat Layanan Tes (PLT) penyelenggara tes TKDA menyiapkan ruang tes dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Ruang tes yang digunakan aman dan layak untuk tes TKDA
  2. Setiap ruang tes dilengkapi perangkat TIK untuk tes TKDA
  3. Jika PLT menggunakan beberapa lokasi ujian, maka setiap lokasi harus ada penanggung jawab lokasi (PJL)
  4. Jika satu lokasi ada beberapa ruang, maka setiap ruang harus ada penanggung jawab ruang (PJR).
  5. Jika dalam satu lokasi hanya ada satu ruang tes, maka PJL merangkap sebagai PJR.
  6. Jika dalam satu PLT hanya ada satu ruang, maka penanggungjawab PLT merangkap PJL dan PJR.
  7. Tempat duduk peserta tes TKDA diatur sebagai berikut:
  • Satu komputer untuk satu orang peserta tes TKDA
  • Pengaturan tempat duduk diatur sehingga tidak memungkinkan peserta untuk saling melihat pekerjaan antar peserta.

 

F. Tata Tertib Peserta tes TKDA-Himpsi

Tata Tertib peserta tes TKDA adalah sebagai berikut :

  1. Peserta dianjurkan mendatangi tempat ujian sehari sebelum ujian dilaksanakan.
  2. Peserta harus membawa kartu tanda peserta dan KTP untuk diverifikasi kebenarannya oleh pengawas.
  3. Peserta tes TKDA diharapkan hadir 30 (tiga puluh) menit sebelum tes dimulai untuk dilakukan verifikasi.
  4. Peserta tes TKDA yang terlambat hadir diperkenankan mengikuti tes dengan toleransi keterlambatan 15 menit dan jika lebih dari itu hak mengikuti tes TKDA pada sesi itu hilang.
  5. Peserta tes TKDA dilarang membawa apapun ke ruang tes, termasuk alat komunikasi elektronik, kamus, dan/atau kalkulator ke ruang tes.
  6. Peserta tes TKDA mengumpulkan barang bawaan di tempat penitipan.
  7. Peserta tes TKDA menandatangani daftar hadir.
  8. Peserta tes TKDA yang memerlukan penjelasan teknis pelaksanaan ujian dapat bertanya kepada pengawas ruang tes TKDA dengan terlebih dahulu mengangkat tangan tanpa bersuara.
  9. Peserta tes login dengan Akun (username dan PIN) yang telah dimiliki.
  10. Peserta melihat video tutorial tentang cara mengerjakan tes TKDA.
  11. Peserta mencoba mengerjakan latihan tes (simulasi tes TKDA).
  12. Pada akhir latihan tes dan sebelum mengerjakan tes, peserta harus

membaca peringatan (WARNING) sebagai berikut.

 

      PERINGATAN!

Sebelum memulai tes, periksa apakah semua peralatan yang diperlukan berjalan dengan baik.

Jika Saudara TIDAK MENEMUKAN PERMASALAHAN dengan peralatan (layar, tetikus, dan koneksi internet), silahkan lanjutkan dengan mengeklik tombol “Setuju”. Ini berarti anda telah memeriksa kondisi peralatan dan tidak akan mengajukan keberatan. Jika Saudara MENEMUKAN PERMASALAHAN dengan peralatan (layar, tetikus, dan koneksi  internet), Saudara harus menghubungi Penanggung Jawab Ruang (PJR).

 

  1. Selama tes TKDA berlangsung, peserta tes TKDA tidak diijinkan meninggalkan ruangan sampai tes dinyatakan selesai.
  2. Peserta tes TKDA berhenti mengerjakan soal setelah berakhirnya waktu ujian.Selama tes TKDA berlangsung, peserta tes TKDA dilarang:
    1. menanyakan jawaban soal kepada siapapun,
    2. bekerjasama dengan peserta lain,
    3. memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal,
    4. memperlihatkan pekerjaannya sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain,
    5. menggantikan atau digantikan oleh orang lain.

 

G. Langkah-langkah Pelaksanaan TKDA

TKDA dilakukan dengan urutan langkah berikut:

  1. Peserta memasuki ruangan setelah disilakan oleh petugas.
  2. Peserta menitipkan barang-barang (tas, alat tulis, handphone dan alat-alat lainnya) kepada petugas sehingga tidak membawa barang apa pun ke meja tes kecuali KTPT (Kartu Tanda Peserta Tes) dan Kartu Identitas.
  3. Peserta menunjukkan identitas KTPT dan Kartu Identitas (diletakkan di meja tes) untuk dapat dicocokkan dengan yang ada dalam album KTPT oleh pengawas. Jika ditemukan ketidakcocokan, maka peserta dinyatakan tidak berhak untuk mengikuti tes dan diminta untuk meninggalkan ruang tes.
  4. Peserta mengerjakan latihan tes.
  5. Peserta mengerjakan tes.
  6. Peserta melihat skor pada akhir tes. Skor hasil tes TKDA-Himpsi yang muncul di layar ini adalah skor mentah yang selanjutnya akan diolah untuk dijadikan skor akhir dengan rentang 200- 800.
  7. Peserta meninggalkan tempat tes pada waktu yang bersamaan.

 

H. Sertifikat

Sertifikat akan dicetak oleh PLTI dan akan dikirim kepada peserta melalui pos ke alamat asal instansi peserta paling lambat 2 (dua minggu) setelah periode tes berakhir (cap pos).

 

I. Pengelolaan Hasil tes TKDA

Penyekoran

  1. Penyekoran dilakukan oleh sistem secara otomatis
  2. Skor adalah hasil pengolahan dari jumlah jawaban yang benar. Tidak ada pengurangan skor untuk jawaban yang salah.
  3. Skor mentah hasil tes muncul di layar monitor setelah tes selesai dikerjakan.
  4. Skor mentah ini akan diolah untuk dijadikan skor akhir dengan rentang 200- 800.

J. Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan

Dua butir penting tentang pemantauan, evaluasi dan pelaporan adalah sbb.:

  1. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan dilakukan oleh Petugas PLTI sesuai dengan tugas dan
  2. Perguruan tinggi penyelenggara melaporkan pelaksanaan TOEP dengan mengisi format yang telah disediakan PLTI

 

K. Biaya Tes TKDA

Biaya tes TKDA sebesar Rp300.000,00 per peserta untuk satu kali tes dibayarkan ke PLTI melalui Bank Mandiri (lihat prosedur pembayaran). Untuk pembayaran tes di PLTI  hanya melalui Bank Mandiri. Silakan baca panduan pembayaran. Perlu diperhatikan bahwa bagi peserta yang sudah melakukan pembayaran, uang TIDAK DAPAT ditarik kembali dengan alasan apapun. Bagi peserta yang tidak dapat mengikuti tes sesuai jadwal yang ditentukan, maka hak mengikuti tesnya dianggap HANGUS. Oleh karena itu pastikan Anda memilih jenis tes,tempat pelaksanaan tes dan waktu tes yang SESUAI.

 

L. SANKSI

Di bawah ini adalah sanksi bagi peserta, pengawas ruang dan perguruan tinggi penyelenggara yang melanggar tata tertib:

  1. Peserta tes TKDA yang melanggar tata tertib diberi peringatan oleh pengawas ruang. Apabila peserta telah diberi peringatan dan tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka pengawas ruang tes mencatat dan mengusulkan peserta tes TKDA tersebut untuk dibatalkan keikutsertaannya. Masalah ini ditulis dalam berita acara.
  2. Pengawas ruang yang melanggar ketentuan POS dibebastugaskan dan diganti oleh yang lain, serta tidak diikutsertakan dalam kegiatan PLTI berikutnya.
  3. Kepala PLT yang melanggar ketentuan POS diusulkan untuk diganti dan untuk selanjutnya tidak diikutkan dalam kegiatan PLTI.
  4. Semua pelanggaran yang dilakukan oleh pengawas ruang dan Kepala PLT dilaporkan kepada pimpinan lembaga asal yang bersangkutan.